Minggu, 30 Januari 2011

New York oh New York


Sebenarnya postingan yang ini lebih ke jeritan hati. Sebuah perjuangan anak bangsa yang ingin menginjakkan kaki ke negara bagian impian semua orang tapi selalu gagal. Mulai dari gak dapat libur dari bos, jadwal  tabrakan dengan kawinan kakak, nungguin kucing melahirkan, sampai sudah berangkat tapi terhalang gara-gara cuaca buruk *Lharr!! Petir menyambar.
Begini ceritanya..

Awalnya saya berniat untuk pergi mengunjungi sepupu yang ada di Amerika, tepatnya di Ann Arbor, Michigan. Sebuah kota kecil yang sarat dengan keunggulan, kreatifitas anak-anak muda, kebersihannya karena bersih adalah sebagian dari iman, sampai gosip pak RT yang rajin mengadakan rapat dengan warganya untuk membahas berapa retribusi keamanan yang harus dibayar setiap bulan. Sepertinya tidak terlalu perlu pake acara bayar satpam, karena polisi di amerika memegang teguh semboyan melindungi dan mengayomi masyarakat. Buktinya di tv-tv, begitu ada toko yang jendelanya pecah aja polisi langsung datang berbondong-bondong dengan bakcsound sirinenya yang sontak bikin maling yang tadinya mau mencuri lollipop anak TK, langsung lari menceburkan diri di sungai. ( emangnya razia bencong mbak ).

Mengingat amatlah mustajab bagi saya untuk pergi ke Amerika dari Indonesia, maka saya memutuskan untuk pergi dari Muscat, Oman, tempat saya mengabdikan diri saya sebagai  sosok karyawan yang pekerja keras, loyal dengan perusahaan, dan rajin mengucapkan Kief al khal (baca: apa kabar dalam bahasa arab) ke seluruh umat di kantor setiap paginya. Dan tidak jarang pula beberapa dari mereka meminta tanda tangan saya sebagai kenang-kenangan. 

Ok, setelah saya request ke bapak saya untuk membuka kartu kredit di sebuah bank swasta yang katanya bank lokal dunia, terpenuhi, maka beliau memohon dengan amat sangat sekali lagi kepada bank lokal dunia itu (Baca: HSBC ) untuk membuat kartu suplemen untuk saya. Mengingat aplikasi kartu kredit saya sudah ditolak berkali-kali karena saya terbilang pengangguran dan tidak punya pekerjaan di Indonesia. Jadilah kartu kredit tambahan itu khusus saya gunakan untuk membeli tiket pesawat online. Tidak hanya itu saja, tempat penginapan, tur bis pun sudah saya booking jauh-jauh hari agar semuanya mudah. Begitu mudahnya menggunakan kartu kredit, jadi saya anjurkan buat rekan-rekan untuk mempunyai kartu kredit daripada uang. Hasss…lanjut!

Setelah menimbang-nimbang, keliatannya lebih asik pergi ke New York daripada Michigan. Kata mbak Alicia Keys,  in New York, each street will make you feel brand new and nothing you can’t do. Jadi dengan nawaitu agar merasa tampak brand new, akhirnya saya membeli tiket ke New York. Saya pikir banyak juga yang bisa dikunjungi di sana. Seperti Times Square, daerah yang tidak pernah tidur karena terlalu banyak starbucks keliatannya. Patung liberty, Empire State building dan kalo mau ziarah ke World Trade Center juga bisa. Ah, benar-benar gak rugi deh ai ke sana, pikir eke.

 Tanggal 27 desember 2010 saya berangkat dari Muscat, Oman dan transit di Amsterdam naek pesawat KLM. Saya juga gak taw kenapa judul pesawatnya hanya selesai di M. kenapa tidak dilanjutkan sampai Z, jadi KLMNOPQ…Z. 

Begitu saya tiba di Amsterdam, jeduarr!! Pesawat saya dari Amsterdam ke new York ternyata di cancel. Bandara John F. Kennedy telah ditutup selama 4 hari karena badai salju yang tidak memungkinkan pesawat untuk terbang. Saya pikir, ah pasti sudah di rebooking untuk penerbangan selanjutnya.

 Datanglah saya ke KLM travel desk dan dengan santainya bertanya untuk penerbangan selanjutnya. Ternyata sudah beratus-ratus orang mengantri sejak 4 hari yang lalu untuk ke new York. Si mbak-mbak petugas memasukkan nama saya ke waiting list tapi dengan PS: mission impossible dapat seat. Ahh..saya yakin pasti ada. Guru mengaji saya selalu berkata, jika kita rajin berdoa dan meminta pasti dikasi oleh Yang Di Atas. Ok mbak, taruh nama saya di waiting list. Dengan harapan mudah-mudahan ada yg kolaps jadi seatnya bisa untuk saya. 

Begitu saya datang ke boarding gate penerbangan berikutnya, banyak penumpang yang sudah beramai-ramai menunggu. Saya mengantri untuk melewati bag  screening dan mbak-mbak di belakang saya bertanya dengan sang petugas.

“Excuse me sir, bener ini gate penerbangan ke New York?”
“Yes, maam”
“ Could you please bla bla bla “
Si mbak mulai bertanya panjang lebar. Saya dengan sedikit kesengajaan ingin mendengar mbak ini bertanya apaan  ke sang petugas.  Tapi ternyata tatapan saya tidak lepas dan selalu tertuju kepada sang sir tadi yg rupawan. *Mata berbinar2 ala shinchan
“You can ask the lady inside the boarding gate maam”
“But I want to make sure first before entering”
Sekali lagi saya peduli setan dengan pertanyaan sang mbak dan tetap memandang sang sir itu.* mata semakin berbinar-binar memandangnya tak jemu-jemu.
“I’m sorry maam, I’m just a security”
What?!! Ternyata sang sir adalah security??. *Hening sejenak…krik..krik..krik..sambil ngowo
 Ah bodo ah yang penting layak untuk ditonton dan lumayan sambil nunggu antrian.
Selesai melewati bag screening, saya duduk menunggu di boarding gate. Berharap semoga ada yg kolaps jadi bisa saya rebut seatnya di pesawat. 

Lama menunggu, saya mengutak-atik iphone saya berlagak seperti buka internet, yang ternyata saya hanya bermain domino. Tengok sana tengok sini, banyak sekali pengunjung yang datang berpasangan. Mulai dari pasutri yang peluk-pelukan karena kedinginan. * Ceileh buk..buk…ngono ae lo  cek ngaleme seh. Pasangan lesbong yang kissing. *Hadeuhhh…
Sampai beberapa anak muda gaul yang lagi nyuit-nyuitin gerombolan mbak-mbak blonde, berpakaian pink dan membawa Chihuahua di tas. * hehehehe…yang terakhir hanyalah khayalan semata, mbak-mbaknya bawa blackberry kok.

Capek saya menunggu nama saya tidak dipanggil untuk passenger ke New York. Banyak nama-nama waiting list yang akhirnya menjadi passenger, tapi tidak untuk saya. 

Setelah lelah berharap, tidak berapa lama ibu petugas airport bertanya apakah ada dokter di sini. Saya cek kantong saya, tas, dan kresek McDonald sebelah saya dan saya tidak merasa membawa dokter. Ternyata ada salah satu penumpang yang sakit. Gak tau sakit jantung, rematik atau keseleo, yang jelas penumpang ini tidak mungkin untuk terbang ke New York.

 Kembali saya teringat, saya sempat bilang mudah-mudahan ada penumpang yang kolaps jadi saya bisa menempati seatnya, ehh ternyata kejadian beneran. Astaghfirullahalazim, lambeku reekkk..mudah-mudahan ibu yang kolaps tadi cepet sembuh dan mudah-mudahan juga seatnya bisa aq ambil., amiinn…*teteup..gak maw rugi. 

Eh la dalah, ternyata bukan nama saya yang dipanggil, melainkan orang laen. Setelah saya cek, ternyata saya masuk waiting list nomer 28. Hass…mbak..mbak, ngono yo gak ngomong, tiwas dikasi harapan palsu bisa ke new York kali ini. 

Yah harapan untuk ke tempat judul lagunya Jayz sama Alicia keys gagal. Tahun lalu berusaha ke sana tapi digagalkan oleh bos, lalu saya coba tapi gagal juga karena gak ada waktu buat bikin visa. Berikutnya lagi saya coba, eh ada lamarane kakak. Lalu saya coba lagi eh lupa gak punya kartu kredit, jaim donk hihihi…
Kali ini persenjataan lengkap. Kartu kredit ada, visa ada, semuanya lengkap, ealah ternyata cuaca lagi buruk dan bandara NYC ditutup. Opo gara-gara aku katene teko?

         Times Square, New York. Kapan aku isok mrono?


Yah apa daya, berkali-kali memaksakan diri untuk ke New York, ternyata berkali-kali juga digagalkan. Kalo udah bicara cuaca, keliatannya ini amanah dan pesan dari Yang Di Atas untuk belum boleh berangkat tahun ini. *saya mengetik  kalimat tersebut  berusaha untuk tabah dan ikhlas tapi aslinya saya menangis darah karena hotel yang sudah saya booking ternyata gak bisa di refund.

Jadilah saya ke Orlando. Gak kalah seru juga dengan New York. Ada Disneyland, universal studio, Daytona beach and racing park. Meskipun duit saya hangus gara-gara hotel yang sudah saya booking tidak bisa direfund, tapi paling gak, saya fun di Orlando karena ada teman yg membiayai semua transportasi saya di Orlando, lumayaannn…impaslah lek ngono.

 Jadinya aku malah mrene, Universal Studio Orlando, Florida


Blanja baju di outlet. Hanya baju ini yang aku punya, betapa miskinnya aku gara-gara bagasi nyantol di Amsterdam selama 3 hari


Pesan moral : kalo sudah berkali-kali berusaha pergi ato punya hajatan sesuatu dan berkali-kali gagal, artinya cuaca buruk rek, jangan sekali-kali pergi di musim dingin. Wes nang omah ae sambil ngudang kucing


Jumat, 23 April 2010

OFS-1 Di Abu Dhabi

OFS-1 a.k.a Oil Field Service 1, diadakan oleh sebuah Oil Service Company untuk memberikan yah semacam training gitu sebagai pengenalan perusahaan tempat aku jadi trainee. Tepatnya tanggal 10 Mei 2009 di Abu Dhabi, United Arab Emirates.

Saya dengan teman-teman, total bersepuluh berangkat dari Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta dengan maskapai penerbangan Etihad Airways. Wuihhh...ini pertama kalinya buat aku naik pesawat yg gede, mana ke UAE lagi. Begitu masuk, aku kaget banget liat pesawat ada tvnya, hihihi..selama ini naek pesawat komersil biasa siy yang gak ada fasilitas begituan ( maksudnya tv ). Jadinya aku bener-bener seperti orang udik, nonton tv dalem pesawat, pake headphone buat nonton film, dengerin musik, ato maen game buat ngilangin bosen. Dengan muka yang riang gembira layaknya anak kecil diberi mainan robot-robotan, saya memainkan game untuk anak-anak umur 9 tahun ( karena memang gak ada pilihan lain ).

Anyway, sesampainya di bandara Abu Dhabi saya langsung terkagum-kagum dengan betapa besarnya bandara tersebut. Semua tertata dengan rapi dan bersih sekali. Karena saking besarnya saya sampai harus lari marathon hanya untuk ke toilet.

Setelah mengambil bagasi masing-masing di conveyor-belt dan berkumpul di depan bandara untuk mencari sopir yang seharusnya menjemput kedatangan para pencari sesuap nasi ini. Salah satu teman memutuskan untuk mencarinya dan walhasil yah sama aja, gak ketemu. akhirnya kami memutuskan untuk berleha-leha aja di depan bandara sambil foto-foto, dengan harapan yang digantungkan setinggi langit kalo sang sopir akan melihat betapa udiknya kami-kami ini berfoto dengan trolley.

 Memaksakan tersenyum sambil berpikir " gimana nasib kita kalo gak ketemu supirnya? "

Dan setelah puas ber jepret sana jepret sini, salah seorang teman akhirnya menemukan sopirnya juga *sambil sujud syukur menangis. Kami bersepuluh pun akhirnya pergi ke apartemen Blue Tower tempat kami semua menginap.Saya yang seumur-umur belum pernah tau dalemnya apartemen, begitu masuk ke kamar saya langsung timbul inspirasi mendesain apartmen jikalau suatu saat nanti saya mampu membelinya ( suatu saat.... ).
Ruang tv yang ditata dengan apik menurut  Feng Shui dan primbon Jawa sebagai penolak bala

Konsep minimalis yang harus ditiru, ruang tv, makan dan setrika menjadi satu agar pekerjaan rumah tangga menjadi cepat selesai tanpa harus bolak balik.

Dapur tempat saya biasa memasak indomie dikala lapar @ midnite

Di depan apartemen ini juga dilengkapi dengan fasilitas supermarket dimana saya dengan mudahnya mendapati indomie ( mata berbinar-binar ) dan masjid buat yang ingin lebih memperbanyak amal dan dapat segera bertobat tanpa harus berjalan jauh. Juga terdapat mcDonald's, Starbucks di sebelah kiri gedung apartemen dan berbagai macam kafe-kafe lainnya dimana kebanyakan baristanya berasal dari Filipina dan Indonesia.

Setelah beristirahat, keesokan paginya saya beserta teman-teman berangkat dengan bus yang sudah disediakan oleh perusahaan untuk menjalani OFS-1 di Middle East Learning Center ( MLC ). Perjalanan memakan waktu sekitar 1 jam dengan melihat betapa anehnya pemandangan kali ini, yaitu pasir dimana-mana dan udaranya sangat panas sekali, jauh lebih panas dari Surabaya.


Sesampai di MLC, kami memasuki kelas dan duduk di bangku masing-masing yang telah diberi name tag, maksudnya biar gak pindah kemana-mana dan instruktur jadi gampang untuk manggil, secara 1 kelas mungkin ada sekitar 50 lebih.

Bergaya secepat mungkin sebelum diusir satpam

Selama seminggu kami menjalani training ini, tidak lupa pula jika malam tiba kami menyempatkan diri untuk pergi jalan-jalan mengunjungi tempat-tempat wisata yang ada di Abu Dhabi. Dengan bermodalkan nekat, bahasa inggris secukupnya, dan uang Dirham seadanya, kami sepakat untuk naik bus untuk berkeliling.

                          Marina Mall Abu Dhabi dengan pose seadanya

Jalan di depan apartemen, gak tau apa namanya tapi mobil pada kenceng semua kalo nyetir

Abu Dhabi benar-benar sangat luar biasa bersih, teratur, rapi, sentosa, santun dan beriman. Buat yang kepingin pergi ke sana, jangan takut dan jangan bimbang tentang adat di sini, boleh-boleh aja kalo mau pake celana jeans yang ketat ato yang super duper kueettat, karena di sini cukup modern dan internasional sekali. Tidak seperti yang saudara-saudara bayangkan tentang negara-negara arab. So, mari lah kita kunjungi Abu Dhabi dengan hati gembira dan tanpa ragu-ragu, ting!
 

Selasa, 02 Desember 2008

Muda Vs Tua , Blasteran Vs Lokal

Indonesia bener-bener lagi diguyur banyak film. Mau itu film asli kerajinan tangan anak bangsa, atau film import punya Negara tetangga jauh. Saban malem aku udah stand by nongkrong di sofa kesayangan. Sambil nyemil plus ngelus-ngelus kucing, tv aku nyalain. Pertama, stasiun tv lokal dulu. Haduhh….baru 10 detik aku gonta ganti channel tv, mataku udah disuguhin sama sinetron-sinetron dimana bintang filmnya masih muda, baru mekar, masih kinyis dan kalo bicara masih ada aksen londonya.

Buat yang baca ini, sempet ngitung gak udah berapa banyak film-film kita ini yang diserbu sama artis-artis baru lulus SD ( sori om Syekh Puji ) dan blasteran udah pada maen sinetron di sana sini. Jangankan yang baru lulus sd deh, yang udah tuwir macem Cathy Sharon ato Luna Maya juga blasteran. Sepertinya paradigma per-filman kita ( ciee…bahasaku…) udah di set begitu. Pokoknya kalo gak muda dan gak blasteran gak bakal ngetop. Pernah aku iseng-iseng aja niy yah nonton salah sinetron yang emang…..dibintangi sama cowok blasteran. Bweuuhh……..coba di Indonesia ini ada kritikus macam Simon Cowell, pasti dia udh dicerca, dicaci maki, dan dihina dina. Masak aktingnya masih kaku kayak Robocop ( dan itu keliatan banget !! ). Aksen dia bicara dengan ekspresi kaget ato marah bikin aku ketawa sampek kurus kering kerontang. Kalo boleh aku ngomong niy mendingan itu sinetron jadi acara ngeludruk aja bareng Timbul.

Bukannya mau menghina perflman kita, dan jangan dulu men-judge aku tukang kritik yang padahal belum tentu aku emang gak bias acting seperti dia. Tapi coba deh liat, hanya karena casingnya yang emang enak banget dipantengin langsung karir artisnya meroket, sepertinya sudah gak ada yang namanya kualiti personality peniti…
Aku sempet punya pengalaman pribadi. Waktu itu aku lagi di Medan lagi jalan-jalan sama sepupuku, yang kebetulan dia emang mixture antara Indonesia sama Lebanon. Ganteng?? Jangan Tanya sodara-sodara. Lagi enak-enak kita jalan, tiba-tiba ada 2 orang, cowok dan cewek memperkenalkan diri sambil menyodorkan kartu namanya.
“ Permisi mbak..saya dari ******* agency. Ini pacarnya yah mbak?? “, Tanya mbak itu.

“ Wah ini bukan pacar saya mbak, ini sepupu saya. Kebetulan dia lagi liburan ke sini yah saya ajak jalan-jalan. Ada perlu apa yah?? “.

“ Oww..gitu yah. Begini, saya pengen nawarin masnya ini buat gabung di agency saya. Jadi model gitu, ato pemain sinetron. Itu kalo masnya berminat “, jawab mbak itu lagi.

Hahahahahahaha…..sepertinya niy orang bener-bener gak tau sepupuku. Meskipun dia tinggal di luar negeri, tapi jangan kaget kalo ilmu kejawennya juga tinggi, apalagi seluk beluk sinetronnya Indonesia. Langsung aja dia tolak. Oke, ceritanya aku cut sampek sini aja, intinya emang sekarang agency-agency pada cari yang menjual luarnya doank. Kayaknya udah gak ada yah proses casting ato talent search. Bahkan di salah satu acara talent search pun, aku pernah mendengar Melly Goeslaw….sekali lagi Melly Goeslaw, yang waktu itu jadi salah satu juri. Meloloskan salah seorang kontestan yang bakat menyanyinya jelas-jelas dikritik sama juri-juri yang lain. Melly, yang namanya aja udah bikin keder musisi saingan, malah meloloskan dengan dalih wajah dari kontestan itu menjual sekali. Padahal yah…..Melly juga mengakui tuh kalo suaranya rada gimana…gitu. Alhasil setelah perdebatan sengit antar juri, akhirnya kontestan itu lolos.

Kalo mau dicompare sama bintang luar negeri kok beda yah. Di sini kalo gak muda gak bakalan laku. Kalo di Negara lain malah yang tua-tua ini keliatan oke banget. Contoh niy yah, Daniel Craig di Quantum of Solace. Gila niy orang, umur udah 40an lebih tapi staminanya brur…enduro..!!. Pasti dia pake oli pintar yang mencari ke celah-celah yang paling membutuhkan. Ato si Pierce Brosnan deh, cewek mana yang gak bakalan stroke di tempat kalo liat dia.

See, itulah bedanya sini dan sana. Eastern Vs Western. Bener-bener dunia ini berkebalikan. Yah….kalo semuanya sama terus siy gak asik, tapi gak asik kok terus?!.

Sabtu, 30 Agustus 2008

Tahu Gimbal=Tahu Dreadlock??!!

Denger namanya aja gimbal, yang ada di bayanganku wiihh...niy tahu pasti dimodifikasi biar rambutnya nggimbal-nggimbal gimana gitu.

Waktu itu aku lagi di jakarta tanggal 28 agustus 2008, habis medcek di klinik siy, tapi bukan ngecek kehamilan. Daripada gak ada kerjaan, iseng2 aku maen ke tanah abang yang katanya siy pasar turinya surabaya, tapi lebih bagus.Berangkatlah aku ke sono by busway, ampun dj...sopir busway kalo nyetir bikin deg deg ser...antara mau ngglundung sama nyempal, penuhnya minta ampun jadi gak dapet tempat duduk.

Sampek di tanah abang, aku ke lantai 8, food court!!! at last bisa makan. Iseng2 kelilingin stand sampek overlap, ada satu menu yang namanya rada rasta gitu Tahu Gimbal. Aku pikir wah asik kali yah kalo habis makan ini, aku bisa nyanyi seperti Steven&the coconut trezz. Ternyata gak beda jauh sama Tahu theknya Surabaya, bahkan bumbunya pun pake bumbu kacang. Jadi ini tahu yang digoreng gitu sama telur dan ada berbagai macam isi, seperti udang dan sayur2an. Bedanya kalo di Tahu gimbal ini dikasi peresan jeruk nipis., jadinya seger banget. Pedes?, so pasti..secara aku emang sejak dalam kandungan gak doyan pedes2..

Ini gambar Tahu Gimbalnya, coba...mana gimbalnya??

Yang jelas perjalanan ke Tanah Abang ruwetnya minta ampun, macet di sana sini, udah gitu banyak banget pedagang yang jualan di emperan gak karuan. Sayang banget loh kalo gak dibenerin, padahal lumayan jadi aset tuh kalo mau ke sana, bener kan mbak Mulan..??!

Selasa, 26 Agustus 2008

Bananaberry Smoothie


(smoothies hasil karya masterpiece, warna taplakku gak matching)

Dari dulu, Surabaya dengan bangganya terkenal sebagai the hottest city ever, alias puanase kayak neraka bocor..... Bikin otak jadi leleh, badan pegel-pegel, rematik, lemah dan lesu....lo kok sangar???
Untungnya satu inovasi termodern telah tercipta, yaitu AC.....tapi gak lengkap donk kalo belum minum yang dingin2....

Saking nganggurnya aku di rumah, iseng2 liat di dapur, kira2 ada yang bisa aku usilin gak yah....liat di atas meja ada blender, kompor, panci, wajan, spatula, mangkok pecah, gelas-gelas plastikku gambar dalmatian,ulekan...akhirnya tercetuslah ide untuk bikin smoothies bananaberry..!!!



Mau??? nyokk...ikuti perjalanan saya nyobain smoothies bananaberry ala rungkut...

Bahan-bahan yang harus ada :
note : sesuaikan dengan bodi anda

Strawberry 4 biji-----> di kulkasku adanya cuman segitu, itupun wes layu2 gimana gitu
Yoghurt strawberry---->terserah mau berapa banyak, karena aku lagi diet, jadi 4 sendok makan
gula sesuai selera----> aku pake tropicana slim, ingat! 4 jengkal
susu putih satu cangkir---->hehehehehe.....( napa ketawa??!!!)
es batu 4 balok---> balok kecil loh yah...bukan yang segede genteng
pisangnya jangan lupa sebiji----->gak lupa kok,i luv banana,hehehehe...(ketawa lagi!!!)

kalo udah, blender semuanya jadi satu....hyeekkk!!! pertama ngeliat kentel2 gimana gitu, nyenyek. tapi setelah dicobain....mbbookkkk....mantafff....

Silakan menikmati hasil ramuan saya....

ps: mencoba resep ini = taruhannya nyawa ( just kidding,aman kok tanpa efek samping)




Senin, 25 Agustus 2008

Sidang TA

29 Juli 2008 tepatnya jam setengah 2 siang bertempat di lantai dua ruang MT 204 ( aku agak lupa ). Sidang terbuka tugas akhir dimulai. Empat dosen penguji sudah pada siap-siap membawa sniper, golok, ketapel, dan kolintang ( buat backsound ). Gila aja, selama  4 tahun kuliah, yang menentukan kita lulus atau tidak ada di tangan mereka. Komat kamit baca doa sambil memegang handphone, balesin sms-sms yang masuk sambil berlinangan air mata terharu *alhamdulillah aku dapat free 10 sms ke semua operator, tadaa!!

Pak Karokaro, selaku dosen pembimbing yang selama ini membimbingku di jalan yang benar dan tidak dibelok-belokkan, akhirnya membuka sidang. Saya dengan pedenya mempresentasikan hasil TA, baru 2 menit sidang berjalan, sudah di cut!.

Pak Dosen : " Estrid..mbok ya suaranya yang banter...kok malah ngomong dewe sama semut ".
Saya ning nang ning gung : " Oww...maaph..maaph..pak...". *sambil senyum-senyum genit ( kayak berani2o ae nggenitin dosen ).

Yah sekitar 8 menit lebih gak tau berapa detiklah saya selesai presentasi. Singkat, padat, langsing, rapet dah pokoknya, hingga menimbulkan celetukan dari Pak Roro, dosen penguji yang super bikin down mental, hati, jiwa dan raga, bilang
" wah cepet banget presentasimu, sampek saya gak mudeng km ngomong apa ".

*Wadefak???!!!!...........

Total dari semuanya, saya disidang selama 1 setengah jam. Banyak pertanyaan yang sudah saya jawab panjang x lebar tapi tidak tepat sasaran ternyata, hahahahahaha.....hajing!!!. Sampai-sampai kata Dian, one of my gendeng fren, nge add komen

" kamu tadi presentasi kok sambil ndelik di belakangnya layar LCD seh?! kayak film dokumenter, ada tayangannya tapi muka yang ngomong gak ada ".

Makasiy an, untung aja tadi itu bukan film dokumenter tentang hiu kawin. Asli sodara, ternyata kalo hiu kawin lebih rusuh, bikin gempar se laut selatan. Kecipak kecipok sakarepe dewe dan tau tau sudah selese ( walah mbak ini rek...mbahas yang lain ).

Anyhow...semuanya sudah selesai, sidang udah terlaksanakan, sekarang tinggal nganggurnya aja menanti matahari terbit keesokan harinya tersenyum dengan terangnya sampai bikin keringetan, item, dekil.....( sudah mbak, mbalik ke topik ). Loh mbalik tah?? saya sih cuma pengen ngomong itu aja kok, gak lebih.....cuma pengen ngasi selamat aja buat teman-teman yang sudah lulus, selamat menempuh hidup baru dan buat yang lagi TA...semangat yah...monggo...saya diobrak2 mama disuruh nglipetin kardus buat selametan....

Hadir Pak...!!

Dengerin sana..dengerin sini...Click sana...click sini..puter otak....akhirnya nyerah juga, bikinlah aku blog ini. Itung-itung buat ngusir sepi...no more diaries in my room, just you, me and my laptop. Jaman dahulu kala, agak dulu lagi seh tepatnya. Aku sering banget diejek punya bentuk tulisan tangan yang jelek ( cewek kok kalo nulis awut-awutan )...hahahaha...makasiy semuanya!!. Tapi dari hina dina itu temen-temen juga ngakuin kalo aku pinter banget membual, pinter storytelling. Jadi inget sama ex-guru les mazku dulu. Orangnya siy gak mbody banget, endut, jauh dari cakepnya Josh Hartnett, dan jarinya ada 6 di tangan kiri!!!. Tapi kecerdasan otaknya luar biasa sodara..!! cara bicaranya bener2 kayak Pak Karno, ngalahin di permainan catur dengan kecepatan cahaya. Ternyata emang bener ada hidden treasure inside each of us ( aku pikir aku gak ada bagus-bagusnya sama sekali ).
Yang jelas....saya sudah hadir pak!!!....trying to show off what i've got. Kamu??